Tampilkan postingan dengan label seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seks. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 November 2011

7 Mitos Seputar Masturbasi

Dalam sebuah literatur dijelaskan, masturbasi, onani, atau rancap adalah perangsangan seksual yang sengaja dilakukan pada organ kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Perangsangan ini dapat dilakukan tanpa alat bantu ataupun menggunakan sesuatu objek atau alat, atau kombinasinya
Pada banyak masyarakat, hingga abad ke-20 masturbasi dianggap sebagai hal yang tidak baik. Anggapan memalukan dan berdosa yang terlanjur tertanam disebabkan karena porsi "penyalahgunaan" pada kata itu hingga kini masih tetap ada dalam terjemahan modern, meskipun para aparatur kesehatan telah sepakat bahwa masturbasi tidak mengakibatkan kerusakan fisik maupun mental.
Tidak juga ditemukan bukti bahwa anak yang melakukan perangsangan diri sendiri bisa mengalami celaka. Anda harus menghapus semua mitos tentang masturbasi dari kepala Anda dan mendapatkan pemahaman yang baik tentang fakta-fakta sebenarnya.

Mitos 1 - Masturbasi adalah untuk anak muda
Tidak ada batas usia untuk melakukan masturbasi. Anak-anak muda biasanya aktif secara seksual dan mereka melakukan masturbasi karena tidak ada pasangan. Statistik menunjukkan, pria dan wanita dewasa melakukan masturbasi hampir setiap minggu, meskipun mereka tidak melakukannya sesering anak remaja lakukan.

Mitos 2 - Masturbasi bukan ‘sesuatu’ yang nyata 
Masturbasi bukanlah seks dalam arti yang sebenarnya, karena dilakukan sendiri. Namun bukan berarti bahwa masturbasi itu tidak menyenangkan. Sejauh masturbasi tersebut dilakukan dengan melibatkan pikiran, orang yang melakukan masturbasi akan merasa senang dan terangsang sama halnya dengan mereka yang melakukan hubungan seks secara nyata. Tidak ada perbedaan besar antara masturbasi dengan kegiatan seksual yang sebenarnya.

Mitos 3 - Masturbasi buruk untuk kesehatan
Banyak cara yang dilakukan untuk mencegah masturbasi, termasuk diantaranya dengan memberikan informasi seperti masturbasi bisa menyebabkan jerawat dan dapat membuat seseorang buta. Tidak ada dasar ilmiah di balik semua klaim tersebut. Semua peneliti dan ilmuwan sepakat mengatakan bahwa masturbasi  tidak berbahaya. 

Mitos 4 - Wanita tidak boleh masturbasi
Studi dan statistik telah menunjukkan bahwa pria lebih banyak melakukan masturbasi dibandingkan wanita. Data tersebut tidak sepenuhnya benar, dan hanya sebagian saja yang benar. Wanita umumnya tidak pernah mengakui kalau mereka melakukan masturbasi, karena adanya pandangan negatif di masyarakat. Padahal, beberapa fakta menyatakan bahwa perempuan sebenarnya telah melakukan masturbasi.

Mitos 5 - Tidak masturbasi jika mempunyai pasangan
Mitos tersebut harus segera dihapuskan, karena banyak orang yang dalam hubungan mulai melakukan masturbasi secara diam-diam tanpa sepengetahuan pasangannya. Tidak ada aturan universal yang melarang seseorang yang sedang menjalin sebuah hubungan untuk melakukan masturbasi, karena ini merupakan kepentingan pribadi setiap orang.

Mitos 6 - Terlalu banyak masturbasi berbahaya
Mitos menyatakan bahwa masturbasi berbahaya. Padahal secara ilmiah, tidak ada efek kesehatan yang merugikan pada mereka yang melakukan masturbasi. Orang yang teratur melakukan masturbasi tidak akan mendapatkan risiko masalah kesehatan, kecuali jika sudah mempengaruhi kehidupan pribadi mereka. Pada beberapa kasus yang cukup jarang terjadi, seseorang mungkin akan kehilangan minat dalam melakukan hubungan seks dan lebih memilih melakukan masturbasi. Inilah yang seharusnya tidak boleh dilakukan, karena masturbasi dikatakan sehat selama tidak mempengaruhi kehidupan pribadi seseorang.

Mitos 7 – Orang tertentu saja yang melakukan masturbasi
Tidak ada perbedaan ketika seseorang melakukan masturbasi. Tidak peduli apakah orang tersebut berasal dari Negara tertentu, strata sosial tinggi atau rendah. Orang akan terus melakukan hal yang sama karena masturbasi dianggapnya sebagai jalan keluar untuk mereka dapat rileks dan beristirahat.

Sumber : kompas

Seks yang Satu Ini Memicu Kanker

Seks merupakan salah satu kebutuhan manusia. Banyak penelitian ilmiah menyebutkan manfaatnya bagi kesehatan. Akan tetapi, seks juga dapat membahayakan, bahkan dapat menjadi pemicu penyakit mematikan seperti kanker.
Seks yang dimaksud di sini adalah aktivitas seksual yang dilakukan secara tidak normal dan tidak wajar, seperti melakukan hubungan badan dengan hewan. Menurut sebuah laporan terbaru para ilmuwan di Brasil, aktivitas seksual dengan binatang dapat memicu kasus kanker penis pada kaum pria.
Laporan ini adalah hasil penelitian terhadap sekitar 500 pria dari belasan kota di Brasil. Fakta menunjukkan, 35 persen pria dalam studi tersebut melakukan hubungan seksual dengan beragam jenis hewan. Hasil analisis menunjukkan, risiko mengidap kanker penis pada pria dengan seks "abnormal" ini  melonjak hingga mencapai 45 persen.
Temuan dalam studi juga menunjukkan, para pria ini melakukan seks pertama kali dengan hewan pada usia rata-rata 13,5 tahun. Jenis hewan yang menjadi korban adalah kuda, keledai, kambing, dan ayam.  
Namun, ada satu hal yang cukup menggembirakan. Dari penelitian terungkap bahwa hampir semua pira yang melakukan seks dengan hewan ini langsung meninggalkan kebiasaan anehnya itu setelah berhubungan seksual secara normal dengan pasangan sejatinya, yaitu manusia.
Menurut hipotesa para ilmuwan, berhubungan seks dengan hewan dapat memicu penyakit kanker karena terdapat risiko kontak dengan cairan yang berisifat karsinogen. Binatang akan mengeluarkan cairan dari bagian anal dan mukus yang dapat menempel dan masuk ke dalam penis melalui mikroabrasi saat bersentuhan dengan hewan.

Sumber : Kompas